BisnisZone Featured

Sibolga Punya Pasar Modern Nauli Berbiaya Rp3,4 Miliar, Tapi…

Sibolga | Pemerintah Kota Sibolga membangun Pasar Modern Nauli, di kawasan reklamasi pantai di Panomboman, Kelurahan Sibolga Ilir, Kecamatan Sibolga Utara, Kota Sibolga, Sumatra Utara.

Dilihat dari plank proyek, Pembangunan Pasar Modern Nauli yang berada pada satuan kerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Sibolga tersebut dilaksanakan CV Maruli Asi selaku pemenang tender.

Total biayanya Rp3,4 miliar, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2019.

Tetapi, hingga Januari 2020, proyek ini belum juga rampung. Meski gedung pasar sudah berdiri megah di kawasan reklamasi pantai tersebut, pihak rekanan masih tetap melanjutkan proses pekerjaannya.

Plank Proyek Pasar Modern Nauli Kota Sibolga. (foto: wan)

Pantauan di lokasi, Sabtu sore kemarin (18/1/2020), sejumlah pekerja masih terlihat sibuk dengan aktivitas pekerjaannya di dalam bangunan pasar tersebut.

Mantan Plt Kadis Perindag Kota Sibolga, Hendra Darmalius, membenarkan bahwa proyek tersebut belum rampung hingga batas waktu yang ditentukan, yakni akhir Desember 2019.

BACA JUGA:  Tak Capai Target PAD, Jamil Zeb Tumori: Pelabuhan ASP Sebaiknya Dipihakketigakan Saja

Meski demikian, pihak rekanan masih diperbolehkan melanjutkan proses pekerjaan hingga awal 2020 ini. Sesuai aturan, pihak rekanan diperkenankan mengerjakan proyek meski telah melewati batas waktu pelaksanaan.

“Boleh, diberikan tambahan waktu maksimal 50 hari, dan pihak rekanan dikenakan sanksi denda sebesar 1 per mil dari sisa kontrak,” ungkap Hendra Darmalius dikonfirmasi, Senin (20/1/2020).

Pondasi batu bata di bawah sloof beton di Pasar Modern Nauli Kota Sibolga. (foto: istimewa)

Sementara itu, Ketua LSM Sekoci Sibolga-Tapteng, Domenius Hasibuan mengungkapkan, pihaknya terus melakukan pemantauan pekerjaan gedung Pasar Modern Nauli di kawasan reklamasi pantai tersebut, sejak awal.

“Kita melihat ada sedikit kejanggalan dalam proses pembangunannya. Kejanggalan itu di antaranya, keberadaan pasangan batu bata di bawah sloof beton. Sangat tidak lazim, konstruksi di atas laut, tetapi pondasinya menggunakan pasangan batu bata,” ujar Domenius.

editor: wan

Tags
Back to top button
Close