Dedi Iskandar Batubara (kanan) saat berada di Sibolga belum lama ini. (foto: dody)

Tapanuli Tengah – Senator asal Sumut Dedi Iskandar Batubara mengatakan pemerintah harus lebih membuka diri menghadapi situasi terus melemahnya rupiah terhadap mata uang dolar Amerika.

Ketua Komite 3 DPD RI ini menyebut, pemerintah dapat meniru strategi yang dilakukan presiden Turki Erdogan dan Presiden Venezuela Maduro. Yakni menghimpun kekuatan rakyat beramai-ramai menukarkan dolar.

Loading...

“Walau belum berhasil, tapi setidaknya ada emosional bersama agar selamat dari krisis, rakyat bersatu,” kata Dedi kepada wartawan di kampus STIE Sibolga, di Kecamatan Sarudik, Tapanuli Tengah, Sabtu 8 September 2018.

Menurut Dedi keterbukaan pemerintah juga dapat dilakukan dengan melakukan evaluasi menyangkut kebijakan ekonomi yang dinilai keliru.

Misalnya soal impor garam yang seharusnya dapat dihentikan dengan memaksimalkan produksi garam di Madura.

Kemudian kebijakan impor beras yang masih terus terjadi dan seharusnya di evaluasi, mengingat produksi beras Indonesia yang tinggi.

“Beras kita juga impor dari Vietnam dan Thailand. Kenapa harga beras tiba-tiba naik tinggi di musim panen, sehingga membuka ruang kapitalis bermain. Dan kita seperti tidak berdaya apa-apa, semua impor yang bisa dikerjakan dalam negeri ayo kita selesaikan, ini tinggal soal keberpihakan,” ujar Dedi.

BACA JUGA:  Gubernur BI: Rupiah Seharusnya Tidak Selemah Ini

Ia mengingatkan sejumlah kebijakan pemerintah lainnya yang selama ini perlu dievaluasi keberhasilannya.

Misalnya soal tax amnesty yang menurut dia tak berhasil mendongkrak kembalinya uang negara dari sektor pajak yang ditarget mencapai ribuan triliun.

“Tapi ternyata tidak memberikan dampak apapun, tidak ada juga itikad baik pemilik modal yang menyimpan uangnya di luar negeri dan membawanya ke dalam negeri. Konsep tax amnesty yang diharapkan menumbuhkan APBN tidak populer lagi dilanjutkan,” katanya.

Disinggung pengaruh pelemahan rupiah yang diklaim belum berdampak, dibantah Dedi. Ia mencontohkan dirinya yang kembali maju sebagai senator yang kian kesulitan dalam melakukan sosialisasi.

“Pasti sangat berpengaruh, begitu dolar naik semua kebutuhan pokok akan naik, misalnya para caleg yang yang mau cetak spanduk saja udah naik, saya ikut merasakan,” tuturnya. (dody)

KOMENTAR ANDA
Loading...