Sejumlah mobil angkot mengisi BBM premium di SPBU Oksan Nauli Basa Sibolga. (foto: dody)

Sibolga | Setiap hari Jalan SM Raja di kawasan Kebun Jambu mengalami macet karena banyak angkutan kota (angkot) yang antre mengisi BBM jenis premium di SPBU Oksan Nauli Basa Nomor 14.225.314.

Maklum, di Kota Sibolga hanya SPBU Oksan Nauli Basa yang menjual BBM jenis premium ini. Sementara SPBU lainnya, yakni SPBU 14.225.311 di kawasan Taman Bunga, premium tidak tersedia.

Loading...

Akibatnya, kawasan ini sering dilanda kemacetan panjang kendaraan, terkadang siang atau setiap menjelang sore hari.

“Awalnya, cuma angkot yang antre di SPBU ini, tapi belakangan ini mobil pribadi pun sudah banyak juga yang ikut antre,” sebut David, sopir angkot, Jumat 14 September 2018.

Pengurus SPBU Oksan Nauli Basa Togi Hutagalung menjelaskan, dalam sehari pihaknya hanya sanggup menampung premium 8 KL dari Pertamina. Hal ini berdasarkan kapasitas fasilitas tangki timbun yang dimiliki.

“Sebenarnya tidak ada kuota khusus, berapa saja diminta, Pertamina bisa menyiapkan premium. Tetapi tangki timbun kita hanya sanggup menyimpan 8 KL saja,” ujar Togi.

Dia menambahkan, premium disediakan untuk melayani kendaraan roda empat, roda tiga dan sepeda motor.

“Untuk premium ini, kita tidak melayani pembelian dalam jerigen,” imbuhnya.

Sejumlah mobil angkot mengisi BBM premium di SPBU Oksan Nauli Basa Sibolga. (foto: dody)

Sales Executive Retail V MOR I Fresly Leo Chandra Hutapea dikonfirmasi terpisah membenarkan, dari dua SPBU yang ada di Kota Sibolga, hanya satu saja yang melayani penjualan BBM jenis premium.

Kemudian di Kabupaten Tapanuli Tengah ada empat SPBU, dan hanya satu SPBU yang melayani penjualan premium yakni SPBU Lopian, di Kecamatan Badiri.

BACA JUGA:  Penjualan B20 di Wilayah Kerja Pertamina Sibolga Lancar

“Di mana pun kalau beli BBM murah pasti antre, beli Pertalite aja ngantre. Kalau mau antrean dikit, ya beli Pertamax,” ujar Fresly.

“Kalau tidak mau ngantre, jangan beli bbm subsidi. Silakan beli bahan bakar khusus (BBK) yang kualitas bbm-nya lebih baik dan kualitas pelayanan (antrean) lebih pendek,” imbuhnya.

Fresly mengatakan, pihaknya tidak membatasi kuota premium tetapi disesuaikan kebutuhan SPBU, sesuai peruntukannya dan sesuai aturan yang berlaku.

Untuk SPBU Lopian sudah dari dulu melayani penjualan premium, sedangkan SPBU Oksan Nauli Basa di kawasan Kebun Jambu sekitar awal Juni 2018 lalu.

“Tetapi akibatnya, SPBU Oksan Nauli Basa (Kebun Jambu,red) tidak bisa melayani penjualan Pertamax karena sarana fasilitasnya tidak mencukupi,” tutur Fresly.

Seharusnya, pelayanan BBM kepada masyarakat Kota Sibolga akan jauh lebih baik apabila SPBU Kiranawati yang sudah ditutup 5 tahun silam dapat beroperasi kembali.

Tetapi sekarang, SPBU dibawah naungan PT Karya Wira Sibolga itu malah jadi tempat parkir mobil dan jualan pulsa.

Jika saja SPBU itu diizinkan kembali beroperasi oleh Pemko Sibolga, namun sudah 2 tahun izin dari Pemko tidak juga dikeluarkan.

“Kalau izin dari Pertamina sudah ada, kalau tidak salah pada November 2016, namun izin dari Pemko sampai sekarang belum dikeluarkan,” ungkap Fresly.

Sayangnya, Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota Sibolga Dorlince Sianturi belum berhasil dihubungi untuk konfirmasi. (dody)

KOMENTAR ANDA
Loading...