Danrem 023/KS Kolonel Inf Mohammad Fadjar MPICT. (foto: ist)

Sibolga | Danrem 023/KS Kolonel Inf Mohammad Fadjar MPICT memberi pengarahan kepada seluruh prajurit dan PNS Makorem 023/KS dan Balakaju di lapangan upacara Jl Datuk Itam Nomor 1, Kota Sibolga.

Hadir, Kasrem 023/KS Letkol Inf I Gusti Ketut Artasuyasa, para Kabalak jajaran Korem 023/KS, para Kasi, perwira, bintara, tamtama dan PNS.

Loading...

Penggunaan media sosial (medsos) oleh prajurit TNI dan keluarga telah membantu meningkatkan pemahaman masyarakat dunia tentang TNI.

Prajurit TNI juga dapat meningkatkan kepekaan, kepedulian dan wawasan prajurit terhadap perkembangan dan dinamika situasi di seantero dunia.

“Namun karena terbuka dan merupakan ruang publik yang mudah diakses siapa saja, jika tidak dilakukan dengan benar, cermat dan waspada, dapat membawa hal buruk, bahkan membahayakan bagi diri pribadi maupun satuan,” kata Mohammad Fadjar, kemarin.

Ia mengatakan tidak ada larangan penggunaan medsos oleh prajurit dan keluarganya. Tapi pastikan pemanfaatan medsos membawa manfaat positif dan konstruktif.

“Selalu jaga rahasia pribadi seperti alamat, nomor telepon, rekening bank dan lainnya. Tanpa mengatur sistem pengamanan yang tepat, seluruh hal yang Anda posting dapat dikonsumsi siapa saja, mulai sahabat bahkan teroris,” seru Danrem.

Pastikan semua materi yang akan diunggah sudah sesuai ketentuan dan sejalan dengan tujuan sasaran satuan sebelum menjadi catatan publik.

BACA JUGA:  FOTO TODAY: Mohammad Fadjar jadi Danrem 031/Wira Bima

“Sudah menjadi jati diri setiap prajurit bahwa Anda adalah perwakilan serta duta institusi militer di setiap jenis saluran media sosial,” tegasnya.

Dia menambahkan semua personel TNI harus tetap berpedoman pada nilai-nilai dasar Sapta Marga dan Sumpah Prajurit.

“Senantiasa setia kepada NKRI dan menjaga rahasia tentara sekeras-kerasnya. Pastikan Anda selalu menggunakan bahasa yang santun sesuai norma kepantasan sebagai bangsa yang beradab dan berbudaya,” imbuhnya.

Jangan mengumbar informasi yang bersifat sensitif yang diperoleh dari satuan militer, jangan menampilkan atau menulis hal yang bersifat diskriminasi atau mengandung unsur SARA.

“Jangan memposting hal yang berkaitan dengan operasi militer atau gelar pasukan ataupun tentang opini bidang pertahanan atau militer,” tegasnya.

Mohammad Fadjar kemudian berpesan seluruh prajurit dan keluarga untuk selalu bersikap sopan, konstruktif dan jujur serta menunjukkan rasa hormat kepada satuan tempat bekerja.

“Pahami secara benar perbedaan antara fakta dan opini. Lindungi privasi keluarga atau rekan sebagaimana Anda melindungi privasi diri Anda sendiri. Patuhi kebijakan dan aturan yang ditetapkan oleh institusi satuan Anda,” tukasnya. (penrem023)

KOMENTAR ANDA
Loading...