Dandenkesyah Letkol CKM P Saragih membacakan amanat Pangdam I/BB. (foto: ist)

Sibolga | Pangdam I/BB Mayjen TNI MS Fadhilah dalam amanatnya menyoroti tiga hal penting. Pertama, cuaca musim kemarau saat ini dikhawatirkan berdampak terjadinya kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan.

Pangdam mengimbau para komandan satkowil agar tanggap dan melaksanakan uji protap penanggulangan bencana alam serta berkoordinasi dengan pihak terkait.

Loading...

Hal ini ditegaskan Pangdam I/BB dalam amanatnya dibacakan Dandenkesyah 01.04.02 Letkol CKM P Saragih pada upacara, di lapangan Makorem 023/KS Jl Datuk Itam Sibolga, Senin 10 September 2018.

Kedua, Pangdam I/BB Mayjen MS Fadhilah juga menyinggung visi dan misi Panglima TNI untuk mewujudkan TNI yang profesional, modern dan tangguh.

Dibutuhkan sumber daya manusia berbasis kompetensi untuk mencapai standar kemampuan dan profesionalisme, berjiwa satria, militan dan loyal.

Saat ini sedang berlangsung seleksi penerimaan calon Bintara PK TNI AD 2018. Diperlukan implementasi proses rekrutmen yang bersih, transparan, humanis dan bebas KKN.

Apabila ditemukan oknum prajurit maupun PNS melakukan pungli atau menjadi calo, akan diberikan sanksi yang tegas.

Ketiga, Pangdam juga menyinggung perkembangan kelompok terorisme sepanjang 2018 tercatat sebanyak 716 WNI ikut bergabung dengan ISIS.

Sebagian telah kembali ke Indonesia dan merekrut anggota baru, membangun jaringan baru dan menjadi sel-sel tidur yang siap melakukan aksi teror.

BACA JUGA:  Babinsa Sirombu Dampingi PPL Lahomi Bagi Pupuk Organik ke Petani

Penanggulangan terhadap aksi teror di Indonesia telah diatur dalam UU 15/2003 dan UU 34/2004, serta RUU terorisme yang disahkan DPR pada 23 Mei 2018 dan saat ini sedang menunggu terbitnya Perpres tentang pelibatan TNI.

“Pemerintah dengan tegas telah membuat kebijakan dalam penanggulangan aksi terorisme secara terpadu melibatkan TNI/Polri dan masyarakat melalui kegiatan intelijen dan pembinaan teritorial,” tegasnya.

Sebagai upaya deteksi dini, Pangdam memerintahkan aparat intelijen segera membentuk jaring intelijen di setiap lapisan masyarakat untuk mendapatkan informasi jaringan terorisme.

Aparat teritorial membentuk mitra karib Babinsa untuk memeroleh informasi dini tentang kegiatan jaringan teroris.

“Tingkatkan sinergitas dengan Pemda dan kepolisian di wilayah dalam upaya memonitor perkembangan terorisme. Laksanakan sosialisasi bahaya dan ancaman teroris, lakukan pembinaan wawasan kebangsaan kepada seluruh lapisan masyarakat,” sebut Pangdam.

Lakukan pendataan dan pemetaan daerah yang rawan terjadi penyebaran paham radikalisme dan terorisme serta lakukan pembinaan terhadap mantan napi teroris yang telah kembali ke masyarakat sesuai prioritas. (penrem023)

KOMENTAR ANDA
Loading...