Balon Wali Kota Sibolga, Jamaluddin Pohan. (foto: syaiful)

Sibolga | Bakal calon (Balon) Wali Kota Sibolga, Jamaluddin Pohan, terang-terangan mengungkapkan program 100 hari kerja, jika kelak dirinya terpilih jadi wali kota dalam perhelatan Pilkada Sibolga yang digelar serentak 2020.

Jamaluddin Pohan menilai, Kota Sibolga terkesan masih jauh dari kata bersih. Hal ini disebabkan beberapa faktor. Semisal soal tata ruang yang tidak teratur, terutama pemukiman penduduk.

Loading...

“Kita melihat, penataan pemukiman tidak teratur, bahkan bisa dibilang masih terlihat kumuh. Contoh Pasar Belakang, karena kepadatan penduduk, warga terpaksa membuang sampah ke bawah rumah mereka di bawah laut,” kata Jamaluddin Pohan kepada wartawan di Sibolga, Selasa (22/10/2019).

Demikian pula di Kecamatan Sambas, pemukiman warga juga tidak teratur. Mulai Jalan Jati sampai Jalan Elang, tidak ada lagi celah (rumah warga). Ini akan membuat kesehatan masyarakat menurun, karena belum memiliki tangki septik.

Menurut dia, kondisi kumuh dan berantakan tersebut dikhawatirkan dapat mengancam kesehatan warga. Persoalan yang mendasar terkait kebersihan, sesungguhnya terletak pada ketidakseriusan pemerintah daerah dalam penanganannya.

BACA JUGA:  Pendaftaran Ditutup, Ini 10 Balon Wali Kota Sibolga dari Perindo

“Maka itu, kebersihan akan menjadi prioritas kita. Program 100 hari kerja saya nanti, Kota Sibolga harus bersih total dalam 100 hari. Sementara, pembangunan sanitasi, saluran air, serta penanganan kebanjiran, itu harus tuntas dalam 1 tahun,” ungkap Jamaluddin Pohan.

Dia menambahkan, secara kontinu, jumlah tenaga kebersihan akan ditambah, demikian pula armada pengangkutannya.

“Kalau dipercaya masyarakat jadi wali kota, hal penting yang dilakukan adalah pembahasan lebih jauh soal pembuangan sampah. Sebab, hal itu menjadi penunjang program Sibolga Sehat nantinya,” kata Jamal.

Hal lain yang tidak kalah penting, yaitu peningkatan pelayanan dan fasilitas rumah sakit, yang dinilainya tergolong masih minim saat ini.

“Infrastrukturnya akan kita perbaiki. Subisidi BPJS akan dilanjutkan lewat APBD. Akan kita tingkatkan nota kesepahaman rumah sakit dan BPJS soal penanganan pasien,” sebutnya.

penulis: syaiful
editor: wan

KOMENTAR ANDA
Loading...