Jamaluddin Pohan. (foto: dok)

Sibolga | Warga Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, tentunya tidak asing lagi dengan sosok Jamaluddin Pohan. Dulu, ia dikenal sebagai pengusaha sukses di bidang perikanan dan sekarang beralih ke bisnis properti.

Belakangan, namanya kembali mencuat dan menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Karena, Jamaluddin Pohan, merupakan kandidat bakal calon (Balon) Wali Kota Sibolga.

Loading...

Bahkan, sebagian orang memprediksi, bahwa Jamaluddin Pohan, salah satu calon kuat dalam perebutan kursi orang nomor satu di kota berjuluk “Negeri Berbilang Kaum” ini.

Kesuksesan yang diraih Jamaluddin Pohan, tidaklah semudah yang dibayangkan banyak orang. Ternyata, banyak rintangan yang berhasil dilaluinya dengan ikhtiar dan kegigihan.

Saat bergelut di bisnis perikanan, Jamaluddin Pohan, berhasil membuka lapangan pekerjaan bagi para pengangguran. Kala itu, ratusan tenaga kerja terserap di tangkahan ikan miliknya.

Ada yang menjadi anak buah kapal (ABK) perikanan, ada pula yang bekerja sebagai tenaga pemilih ikan, dan lainnya.

Setelah sukses membangun bisnis di bidang perikanan, Jamaluddin Pohan memutuskan untuk beralih ke bisnis properti, dan menjadi developer perumahan.

Berkat nama besarnya, usaha properti yang dirintisnya sejak beberapa tahun silam berbuah manis. Terbukti, beberapa proyek perumahan layak huni yang digarapnya pun laris.

Tetapi, tahukah Anda? Dibalik kesuksesannya itu, Jamaluddin Pohan, ternyata juga dikenal sebagai sosok yang dermawan. Setiap tahun, dia menyalurkan zakat hartanya.

Politikus Golkar yang pernah menjabat Wakil Bupati Tapteng tahun 2001 silam itu, senantiasa menyisihkan sebagian rezekinya untuk berbagi kepada sesama.

BACA JUGA:  Pemuda Diminta Inisiasi Pertemuan dengan Tokoh Nasional, Tentukan Figur Calon Wali Kota Sibolga

Pada kesempatan tertentu, Jamaluddin Pohan menyerahkannya kepada warga yang membutuhkan, yakni warga kurang mampu, kaum fakir dan duafa.

Meski sebagian orang beranggapan, itu hanya untuk sebuah pencitraan. Namun, bagi Jamaluddin Pohan, hal tersebut tidak menjadi persoalan.

“Silakan saja orang beranggapan apa. Ini sudah kewajiban. Karena saya mampu, maka kewajiban saya untuk membantu mereka yang membutuhkan,” sebut Jamaluddin Pohan, Rabu (6/11/2019).

Dia mengungkapkan, sifat pemberi sudah tertanam sejak kecil, hal ini merupakan pembelajaran yang diajarkan oleh orang tuanya.

“Orang tua sudah ajarkan itu sejak saya kecil, jika memiliki kemampuan untuk memberi, maka berilah, karena semua kemampuan yang dimiliki itu hanya titipan,” ujarnya.

Pesan orang tua dulu, kata Jamaluddin, dibalik kepunyaan atau rezeki yang dimiliki, ada hak orang lain, seperti anak yatim, kaum fakir dan duafa.

“Artinya, di setiap rezeki yang diberikan Allah SWT itu, ada rezeki orang lain yang dititipkan melalui kita. Banggalah kita ketika titipan itu diambil oleh pemiliknya. Berarti kita telah menjadi distributor yang baik,” katanya.

Dia mengaku bersyukur masih dapat berbagi kebaikan atas rezeki yang diberikan Allah SWT kepadanya untuk disalurkan kepada warga yang membutuhkan.

“Lebih baik kita memberi sebelum diminta. Semoga apa yang saya lakukan ini tidak dipandang buruk oleh masyarakat,” Jamaluddin menambahkan.

editor: wan

KOMENTAR ANDA
Loading...