Kuasa hukum dan para balon Kades Tapteng foto bersama. (foto: ist)

Medan | Sengketa Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di sejumlah desa di Kabupaten Tapteng berlanjut ke PTUN Medan.

Hal ini setelah belasan bakal calon kepala desa yang digugurkan melayangkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan. Nomor perkaranya: 112/G/2018/PTUN-MDN.

Loading...

Sintek Akba Simanungkalit SH dan Joko Pranata Situmeang SH MH selaku kuasa hukum penggugat menjelaskan, sidang perdana gugatan sengketa Pilkades telah digelar di PTUN Medan, Rabu 29 Agustus 2018.

Pada sidang tersebut, kuasa hukum dari kedua belah pihak hadir di pengadilan. Namun saat persidangan baru berlangsung, majelis hakim meminta kuasa hukum Pemkab Tapteng untuk meninggalkan ruangan sidang karena tidak dapat menunjukkan surat kuasa dari pihak tergugat.

“Ada dua orang yang hadir dari pihak tergugat, satu orang mewakili Pemkab dan satunya lagi kuasa hukumnya. Mereka diusir karena surat kuasanya tidak ada. Mereka hanya membawa surat perintah dari Bupati,” kata Sintek Akba.

Sintek Akba mengungkapkan, setelah itu sidang dilanjutkan dan hanya diikuti oleh pihak penggugat. Sidang akan kembali dilanjutkan pada 5 September 2018 mendatang.

BACA JUGA:  Lagi, Ribuan Massa Demo ke Kantor DPRD dan Bupati Tapteng

Dijelaskan, mengingat pelaksanaan pemungutan suara telah dijadwalkan pada 12 September 2018, pihaknya akan mengajukan permohonan kepada hakim PTUN untuk mengeluarkan putusan sela agar menunda pelaksanaan Pilkades.

“Hal itu sesuai Pasal 67 ayat 2 Undang-undang Nomor 5/1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara,” terangnya.

Sintek Akba mengaku optimistis hakim bakal mengabulkan gugatan itu. Mereka juga meminta majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara untuk membatalkan surat keputusan Bupati Tapteng tentang pengumuman nama-nama bakal calon kades yang lulus menjadi calon kepala desa.

“Kita optimistis hakim akan mengabulkan gugatan kami yang pada pokoknya mencabut surat Bupati tentang pengumuman calon kepala desa yang kita gugat, serta mengulang pelaksanaan Pilkades,” ujar Sintek.

Sebelumnya, sejumlah bakal calon kepala desa yang digagalkan bersama ratusan pendukungnya telah melakukan aksi unjuk rasa ke kantor DPRD dan Bupati Tapteng. (ril)

KOMENTAR ANDA
Loading...