Yoel Tambunan. (foto: ist)

Sibolga – Karena faktor kemiskinan, Yoel Tambunan, seorang bocah berusia 4 tahun, harus berjuang melawan penyakit kanker yang bersarang di kepalanya. Kondisi itu sudah berlangsung dua tahun. Sekarang kankernya pada stadium empat.

Ditemui di rumahnya di Pondok Reformasi, Kelurahan Kota Beringin, Kota Sibolga, Rabu 5 September 2018, Yoel masih tampak tegar. Padahal sebenarnya pembengkakan kankernya terus bertambah.

Loading...

Sesekali terlihat darah segar mengucur dari telinga kirinya. Badannya juga semakin kurus.

Lagi-lagi karena faktor ekonomi kedua orangtuanya yang kurang mampu. Asupan gizi bagi Yoel tak cukup. Sementara pengobatannya pun hanya sanggup secara tradisional.

Yoel adalah anak dari pasangan Tambunan dan Tina Hutahaean. Ayahnya bekerja sebagai kuli panggul, Ibunya hanya ibu rumahtangga.

BACA JUGA:  Bayi Wahyuni Dirujuk ke RS Pirngadi Medan

“Awalnya dia pernah terjatuh, mulailah timbul gejala sakit kepala. Setelah dibawa berobat, dokter bilang anak saya mengidap kanker di kepala, sudah stadium empat,” kata ibunya, Tina Hutaean.

Tina mengaku khawatir terhadap kondisi kesehatan Yoel yang semakin memburuk. Meski demikian Yoel belum pernah mengeluhkan kondisi penyakit yang dideritanya.

Putra bungsunya itu masih tetap ceria bermain seperti anak-anak umumnya.

“Dia main seperti biasa, orang-orang di sini juga tahu. Dulu memang sempat kepalanya membesar, lama-lama menyusut. Dokter bilang harus dikemoterapi, tapi saya takut, nggak tega melihatnya,” katanya.

Tina hanya pasrah dan berharap kondisi anaknya dapat kembali normal meski hanya diobati secara tradisional. (Mora)

KOMENTAR ANDA
Loading...